Friday, June 29, 2018

Tagged Under: ,

Karakteristik Bahan Kain Katun Linen atau Katun Rami

Share

Kain katun Linen termasuk keluarga kain katun dengan ciri khas khusus berupa serat benang yang tersusun rapi. Meski dinamakan sebagai kain katun, pada hakikatnya kain katun Linen bukanlah kain yang terbuat dari serat kapas (cotton).

Bahan kain katun Linen diakui sebagai bahan kain yang mahal dan memiliki banyak keunggulan. Banyak orang percaya kalau katun Linen memiliki serat benang yang lebih kuat daripada bahan katun dari tanaman kapas (cotton). Sifat katun Linen juga menyerap keringat sebagaimana jenis cotton (kapas), sehingga cocok digunakan untuk di daerah yang tropis.

Katun Linen adalah produk tekstil yang terbuat dari serat alami tanaman Rami (Boehmeria Nivea). Karena itulah Kain Katun Linen ini sering juga disebut Katun Rami. Jadi, meskipun diberi embel-embel nama kain katun, sebenarnya Linen bukanlah kain yang terbuat dari tanaman kapas (cotton).

Linen sulit untuk diproduksi, karena tanamannya hanya bisa ditemui pada daerah-daerah tropis. Selain itu, untuk medapatkan lembaran kain katun Linen, serat Rami harus melalui proses produksi yang cukup kompleks.

Kain katun Linen memiliki keunggulan sebagaimana kain katun pada umumnya. Yaitu bersifat sejuk, menyerap keringat dan nyaman ketika digunakan pada daerah-daerah dengan iklim yang panas.

Di daerah tropis sendiri, tanaman Rami mudah sekali untuk dibudi-dayakan, serta sangat mendukung pelestarian alam dan lingkungan. Tanaman Rami adalah jenis tanaman yang memiliki dahan-dahan yang rumpun. Dan ia memiliki ketahanan yang baik terhadap serangan hama, serta tahan terhadap berbagai penyakit tanaman.
Dibalik batang dahan Rami itulah serat alami seperti katun diperoleh. Untuk mendapatkannya, dahan Rami yang sudah memenuhi persyaratan harus dikeringkan terlebih dahulu. Setelah itu, serat pita alami tanaman Rami dapat dipisahkan dari batangnya.

Serat Rami memiliki kualitas yang baik dan memiliki harga jual yang relatif tinggi. Sifat dan karakteristik seratnya memiliki kesamaan dengan serat Katun (kapas). Keduanya dapat dipintal atau dicampur dengan serat lainnya untuk dijadikan sebagai bahan baku tekstil.

Pengolahan Rami yang baik dan budi-daya di daerah yang tepat, dapat meningkatkan kualitas produksinya. Karena ia adalah tanaman yang dapat tumbuh subur di wilayah dengan curah hujan yang tinggi. Adapun salah satu daerah yang cocok untuk pengembangan tanaman Rami adalah pulau Jawa dan Sumatra.

Perkembangan kain katun Linen
Jenis produk tekstil kain katun Linen kini sudah sangat banyak variannya yang beredar di pasaran. Cara pengolahan yang berbeda terhadap bahan dasar kain katun Linen membuatnya memiliki keunggulan dan daya tarik tersendiri.
Saat ini, diantara jenis kain katun Linen yang beredar adalah kain katun Linen Look, Linen Kenzo, Linen 3G, Lineta Linen atau Linen Slub, Linen Euro atau Linen Viscouse, Interles Slub dan lain-lain.

Keunggulan kain katun Linen

1. Serat kain katun Linen lebih tebal
Boleh dikatakan, bahwa semua kain katun Linen memiliki serat kain yang lebih tebal daripada jenis bahan kain yang lainnya. Otomatis, kualitas yang didapat akan lebih baik. Serat benang kainnya yang besar dan kuat membuat kain katun Linen terasa kokoh ketika dipegang. Meski demikian, kain katun Linen bukanlah jenis kain yang kaku dan ia adalah kain yang tergolong berat.

2. Tekstur kain yang lembut
Sudah menjadi hal yang wajar, yang namanya bahan kain yang terbuat dari serat alami pasti memiliki tekstur yang lembut. Rabaannya halus dan banyak orang yang suka ketika memakai bahan kain dari serat alami, seperti kain katun Linen ini.

3. Adem ketika dipakai untuk baju atau gamis
Para Ummahat mungkin sudah banyak yang membuktikan, bahwa kain katun
Linen adalah jenis kain yang adem. Jadi, bahan kain ini sangat cocok dan direkomendasikan sekali untuk bahan jilbab maupun gamis.

4. Serabut kain yang tidak terburai
Kain katun Linen memiliki serabut benang yang tersusun rapi. Tidak seperti bahan kain yang dipintal dari kapas (cotton). Kain Linen umumnya memiliki serabut kain yang tidak mudah terburai atau dalam bahasa Jawanya njabrut/ njrabut.

Kelemahan kain katun Linen
1. Serat benang yang mudah terurai
Dikarenakan serat benang kain katun Linen ukurannya besar-besar, oleh karena itu kain ini akan mudah terurai jika tidak dirawat dengan cara yang benar. Sebagai kain katun yang mahal, tentunya harus memiliki cara perawatan yang khusus, supaya kain ini tidak mudah rusak. Dengan melakukan obras penuh pada ujung kain katun Linen, mungkin dapat menjegah benang-benang kain yang akan terurai dengan mudah.

2. Bahan kain yang tergolong berat
Ada sebagian orang mengatakan Kain Linen merupakan jenis bahan kain yang berat.
Akan tetapi, asumsi bahwa kain Linen adalah bahan kain yang tergolong berat masih cenderung relatif. Karena bahan kain linen itu jenisnya ada banyak. Katakanlah kain katun Linen Look, yang oleh sebagian orang dibilang adalah kain yang berat, padahal bagi sebagian orang biasa saja. Mungkin karena faktor bahan kainnya yang tebal, jadi beranggapan kalau kain tebal itu pasti berat.
Sedangkan bahan katun Linen Look jika dirasakan lebih teliti, bahan kainnya cukup ringan kok. Apalagi yang katun Linen 3G, bahannya lebih ringan lagi.

Sudah diketahui, bahwa bahan kain Linen ini rata-rata bahannya bagus, jadi beberapa kekurangannya mungkin bisa dikesampingkan.

SOURCE : http://mizutex.com
Send from my vivo smart phone















0 comments:

Post a Comment

Admin tidak menjawab komentar di blog..
Silahkan hubungi nomer kontak yang tertera di keterangan.
Thanks :)